Artikel LPTQ

MTQ FPAT Ke-I Terlaksana dengan Antusiasme Tinggi

MTQ FPAT Ke-I Terlaksana dengan Antusiasme Tinggi
MTQ FPAT Ke-I Terlaksana dengan Antusiasme Tinggi

 


ACEH TAMIANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Forum Pembina Al-Qur’an Tamiang (FPAT) Ke-I Tahun 2026 di Islamic Center Aceh Tamiang, Selasa (29/9/2026), berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta dan masyarakat. Di balik pelaksanaannya, panitia dan pekerja harus berjuang membangun kembali arena yang roboh akibat angin kencang sehari sebelum perlombaan.

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, tersebut diikuti sekitar 400 peserta. Perlombaan dilaksanakan pada 29 September, sedangkan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah dijadwalkan pada Rabu, 30 September 2026.

Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, Ustadz Ahmad Nabawi, S.H.I, turut terlibat sebagai salah satu dari lima orang Panitia Forum Inti. Keterlibatannya menjadi bagian dari kerja bersama para pembina Al-Qur’an dalam menyediakan ruang bagi peserta untuk tampil, mengembangkan kemampuan, dan memperoleh pengalaman bermusabaqah.

Berdasarkan keterangan Ahmad Nabawi, ujian berat datang pada Senin (28/9/2026), sekitar pukul 16.00 lewat. Angin kencang merobohkan arena yang sebelumnya telah dipersiapkan dengan matang. Keadaan itu sempat menimbulkan kebimbangan menjelang hari pelaksanaan.

Namun, panitia dan pekerja bergerak membangun kembali arena. Mereka bekerja sepanjang malam hingga menjelang subuh agar tempat perlombaan dapat digunakan. Kerja keras tersebut memungkinkan kegiatan tetap berlangsung sesuai jadwal.

Semangat peserta yang telah bersiap menjadi pertimbangan panitia untuk mempertahankan jadwal dan memulihkan arena secepatnya.

Kondisi tempat belum sepenuhnya nyaman. Area duduk masih basah dan tidak lagi menggunakan kursi. Meski demikian, keadaan tersebut tidak menghalangi peserta, pendamping, dan masyarakat untuk mengikuti kegiatan. Pengunjung membludak dan suasana perlombaan tetap hidup sepanjang pelaksanaan.

Berbagai cabang diperlombakan, meliputi tilawah, tartil, tahfiz Al-Qur’an, kaligrafi, azan, serta mewarnai untuk anak tingkat taman kanak-kanak. Keragaman cabang tersebut memberikan ruang tampil bagi peserta dengan kemampuan dan bidang pembinaan yang berbeda.

Salah satu daya tarik kegiatan terlihat pada cabang kaligrafi. Kehadiran peserta profesional dengan hasil karya yang mengagumkan menarik perhatian pengunjung. Cabang ini memperlihatkan keterampilan mengolah tulisan dan keindahan visual dalam karya seni kaligrafi Al-Qur’an.

Seluruh perlombaan selesai pada pukul 16.30 WIB. Tuntasnya semua cabang menjadi hasil yang berarti bagi panitia, mengingat arena sempat roboh dan harus dipulihkan hanya dalam satu malam menjelang pelaksanaan.

Dalam pemberitaan pembukaan, Wakil Bupati Ismail menyampaikan apresiasi kepada FPAT, panitia, dan pihak-pihak yang mendukung kegiatan. Ia menekankan pentingnya MTQ sebagai wadah pembinaan generasi Qur’ani serta penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 30 September dengan agenda pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Agenda hari kedua direncanakan berangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Syariat Islam, selaku mitra FPAT.

Pelaksanaan semula direncanakan mulai sekitar pukul 08.00–09.00 WIB. Akan tetapi, hujan yang mengguyur hingga menjelang tengah hari membuat arena MTQ tidak memungkinkan digunakan. Agenda kemudian dialihkan ke Masjid Nurhasanah, Tanah Terban, dengan kegiatan FPAT dijadwalkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Bagi LPTQ Kecamatan Rantau, kegiatan ini sejalan dengan upaya memperluas kesempatan tampil bagi peserta binaan. Dukungan terhadap MTQ FPAT sebelumnya juga diwujudkan melalui penyesuaian jadwal MTQ Mitra Qur’ani agar agenda pembinaan dapat saling melengkapi.

Kegigihan panitia, pekerja, pembina, dan peserta menjadi bagian penting dari perjalanan MTQ FPAT Ke-I. Dari arena yang roboh hingga seluruh perlombaan terselesaikan, kegiatan ini menunjukkan kuatnya semangat bersama untuk menjaga ruang pembinaan dan syiar Al-Qur’an di Aceh Tamiang.


Komentar

Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.