RANTAU — Serial Bimbingan Teknis Sistem Penilaian Musabaqah Tilawatil Qur’an yang diselenggarakan LPTQ Kecamatan Rantau mendapat sambutan positif dari para peserta. Berdasarkan lembar testimoni yang dikumpulkan seusai kegiatan, peserta menilai pertemuan tersebut memberikan pengetahuan baru, menambah pengalaman, serta membantu mereka mengenal sistem penilaian MTQ secara lebih terarah.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia pada rumpun bacaan dan hafalan Al-Qur’an. Peserta tidak hanya menerima penjelasan umum mengenai pelaksanaan musabaqah, tetapi juga diperkenalkan kepada tugas Dewan Hakim, petunjuk teknis penilaian, penggunaan formulir, pencatatan kesalahan, penghitungan nilai, serta pentingnya ketelitian dan tanggung jawab dalam menjalankan proses penilaian.
Salah seorang peserta menyampaikan bahwa Bimtek tersebut sangat membantu dirinya yang sebelumnya belum akrab dengan sistem penilaian MTQ.
> “Alhamdulillah, pertemuan hari ini sangat bermanfaat, khususnya bagi pribadi saya yang belum akrab dengan sistem penilaian MTQ. Mudah-mudahan kegiatan ini berkelanjutan.”
Peserta tersebut juga berharap penyelenggaraan kegiatan pada pertemuan berikutnya dapat semakin baik, tertib, dan matang. Harapan serupa disampaikan peserta lain yang menilai bahwa kegiatan Bimtek perlu terus dilanjutkan karena pemahaman mengenai sistem penilaian tidak cukup diperoleh hanya melalui penjelasan singkat.
Dalam testimoni lainnya, seorang peserta menuliskan bahwa setelah mengikuti Bimtek, wawasannya menjadi bertambah dan materi yang disampaikan sangat membantu proses belajarnya. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada mentor yang telah membagikan sebagian ilmu dan pengalaman kepada para peserta.
Apresiasi juga datang dari peserta yang mengikuti materi penilaian bidang Tahfizh. Menurutnya, pelatihan mengenai petunjuk teknis penilaian sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memahami tugas Dewan Hakim. Pelaksanaan penilaian harus mengacu kepada juknis yang berlaku, bukan hanya berdasarkan perkiraan atau penilaian pribadi.
Peserta tersebut berharap jumlah peserta pada kegiatan berikutnya dapat bertambah. Pembinaan juga diharapkan dapat dilakukan secara terarah sesuai dengan kemampuan, pengalaman, dan bidang yang diminati masing-masing peserta. Dengan demikian, peserta tidak hanya hadir mengikuti kegiatan, tetapi memperoleh ruang belajar yang sesuai dengan kapasitasnya.
Sejumlah testimoni disampaikan dalam kalimat singkat, tetapi memperlihatkan kesan yang kuat. Di antaranya adalah, “Sangat menambah wawasan,” “Materinya sangat bermanfaat dan menambah pengalaman,” serta “Membuka wawasan baru demi kemajuan pengetahuan agama.”
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan teknis mengenai MTQ, tetapi juga membangkitkan semangat peserta untuk terus mempelajari Al-Qur’an dan berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan musabaqah.
Peserta lain menyampaikan rasa syukur karena memperoleh kesempatan mengikuti Bimtek. Materi yang disampaikan dianggap bermanfaat dan memberikan pengalaman baru, khususnya bagi peserta yang sebelumnya belum pernah mempelajari mekanisme penilaian MTQ secara terstruktur.
Selain memberikan apresiasi, peserta juga menyampaikan sejumlah masukan untuk perbaikan kegiatan. Salah satu catatan yang cukup menonjol adalah mengenai kedisiplinan waktu. Peserta berharap kegiatan berikutnya dapat dimulai sesuai jadwal agar keseluruhan materi, praktik, dan sesi diskusi dapat berjalan optimal.
Salah seorang peserta secara khusus mengusulkan agar pertemuan berikutnya dapat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dilaksanakan tepat waktu. Masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan panitia dalam menyusun jadwal yang lebih efektif, dengan tetap memperhatikan kesiapan mentor, peserta, tempat, dan perlengkapan kegiatan.
Masukan lain berkaitan dengan peningkatan kualitas teknis penyelenggaraan. Peserta berharap pertemuan selanjutnya dapat dipersiapkan lebih matang sehingga proses pembelajaran berlangsung semakin tertib, fokus, dan nyaman.
Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, **Ahmad Nabawi, S.H.I.**, menyampaikan bahwa Serial Bimtek Sistem Penilaian MTQ bukan sekadar kegiatan penyampaian materi. Program tersebut merupakan bagian dari pembinaan, praktik, serta pemetaan potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan pada bidang penilaian, kepaniteraan, operator, dan kebutuhan teknis musabaqah lainnya.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Bimtek tidak secara otomatis menetapkan seseorang sebagai Dewan Hakim. Peserta masih memerlukan proses pembinaan, latihan, pendampingan, kalibrasi penilaian, dan evaluasi secara berkelanjutan.
Testimoni dan masukan peserta akan dijadikan bahan evaluasi oleh LPTQ Kecamatan Rantau. Aspek yang mendapat perhatian meliputi ketepatan waktu, kesiapan teknis, kualitas penyampaian materi, porsi praktik, pengelompokan peserta, dan kesinambungan pembinaan.
Dengan respons positif dari peserta, LPTQ Kecamatan Rantau berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan secara bertahap. Pertemuan berikutnya diharapkan semakin kuat dari sisi materi, praktik, kedisiplinan, dan tata kelola penyelenggaraan.
Melalui pembinaan yang terencana dan berkelanjutan, LPTQ Kecamatan Rantau berharap dapat membangun sumber daya manusia yang memahami sistem penilaian MTQ secara **tepat, teliti, objektif, dan bertanggung jawab**, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan MTQ di Kecamatan Rantau.

Komentar
Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.