Artikel LPTQ

Ahad Ini, LPTQ Rantau Lanjutkan Bimtek Penilaian MTQ; Siapkan SDM Dewan Hakim dan Sambut MTQ Mitra Qur’ani

Ahad Ini, LPTQ Rantau Lanjutkan Bimtek Penilaian MTQ; Siapkan SDM Dewan Hakim dan Sambut MTQ Mitra Qur’ani
Ahad Ini, LPTQ Rantau Lanjutkan Bimtek Penilaian MTQ; Siapkan SDM Dewan Hakim dan Sambut MTQ Mitra Qur’ani

 

RANTAU — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Rantau akan melanjutkan Serial Bimbingan Teknis Sistem Penilaian MTQ Rumpun Bacaan dan Hafalan Al-Qur’an melalui pertemuan kedua pada Ahad, 2 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di RTQZ—Rumah Tahfiz Al-Qur’an Zamzami, Kampung Alur Cucur.

Pada sesi pagi hingga menjelang Zuhur, materi Sistem Penilaian Tilawah akan dibimbing oleh Ustazah Rosmayani. Setelah Zuhur hingga menjelang Asar, kegiatan dilanjutkan dengan materi Sistem Penilaian Tartil bersama Ust. M. Tamba, S.Ag. Kedua mentor juga akan menelaah dan memvalidasi bagian modul sesuai bidang masing-masing selama sesi berlangsung.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari sesi perdana pada 26 Juli 2026. Pada pertemuan awal, Ust. Khairunnas Panjaitan, S.E.I. membekali peserta mengenai sistem penilaian tahfizh, tajwid, dan fashahah hafalan. Serial Bimtek disusun untuk memperkuat pemahaman tentang ketentuan perhakiman, penggunaan formulir, pencatatan kesalahan, penghitungan nilai, dan tata kerja majelis.

Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, Ahmad Nabawi, S.H.I., mengatakan pembinaan ini tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial yang berakhir setelah materi disampaikan. Peserta diarahkan mengikuti proses belajar, praktik, evaluasi, dan pemetaan kemampuan agar tersedia sumber daya manusia yang benar-benar memahami bidang penilaian yang dipercayakan kepadanya.

“Harapan kita, semakin ramai calon-calon dewan hakim yang bersedia belajar dan kemudian mampu berkontribusi dalam berbagai kegiatan kompetisi Qur’ani. Kita membutuhkan orang-orang yang memahami objek penilaian, teliti membedakan kesalahan, konsisten memberikan nilai, serta memiliki integritas dan tanggung jawab,” ujar Ahmad Nabawi.

Ia menegaskan bahwa mengikuti Bimtek belum serta-merta menjadikan seseorang sebagai dewan hakim. Kegiatan ini merupakan pintu awal untuk mengenali potensi, memperkuat dasar keilmuan, dan menambah pengalaman praktik. Peserta yang menunjukkan kemampuan dan kesungguhan dapat diarahkan kepada pembinaan lanjutan sesuai bidang yang paling dikuasainya.

Kebutuhan terhadap sumber daya manusia tersebut semakin penting karena LPTQ Kecamatan Rantau tengah menyiapkan MTQ Mitra Qur’ani. Program unggulan ini dirancang sebagai musabaqah berkala setiap tiga sampai empat bulan secara bergilir. Konsepnya menghubungkan pembinaan, kompetisi, dan kemitraan agar kegiatan Qur’ani tidak hanya muncul menjelang MTQ tingkat kabupaten, tetapi berlangsung lebih rutin sepanjang tahun.

MTQ Mitra Qur’ani diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak, remaja, dan dewasa untuk menguji hasil latihan, membangun keberanian tampil, dan memperoleh evaluasi. Para guru ngaji, pelatih, orang tua, rumah tahfiz, dayah, TPQ, serta madrasah diharapkan mulai mempersiapkan calon peserta sejak sekarang. Persiapan lebih awal memberi waktu untuk memperbaiki bacaan, memperkuat hafalan, membentuk mental tampil, dan memilih cabang yang sesuai.

Program ini juga membuka peluang kolaborasi bagi kampung, lembaga pendidikan Al-Qur’an, masjid, mushalla, organisasi keagamaan, dunia usaha, dan dermawan untuk menjadi mitra LPTQ. Dukungan tidak harus berupa penyelenggaraan secara penuh. Mitra dapat mendukung cabang tertentu, menyediakan tempat, membantu pembinaan dan hadiah, memperkuat publikasi, atau menjadi tuan rumah kegiatan.

Dengan pembagian peran tersebut, penyelenggaraan tidak bertumpu pada satu lembaga dan manfaat musabaqah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Program kerja LPTQ juga membuka kemitraan dengan aparatur kampung, BKM/DKM, lembaga pendidikan Al-Qur’an, pemuda masjid, lembaga swasta, donatur, dan masyarakat.

Bagi calon dewan hakim, MTQ Mitra Qur’ani dapat menjadi ruang untuk menambah jam terbang secara bertahap di bawah pembinaan dan pengawasan. Bagi pelatih, kegiatan berkala menyediakan tolok ukur perkembangan peserta. Bagi lembaga mitra, keterlibatan dalam program ini menjadi kontribusi nyata untuk membangun pembinaan Al-Qur’an yang hidup dan berkelanjutan.

Kehadiran sumber daya dewan hakim yang memadai sangat dibutuhkan dalam setiap kompetisi Qur’ani. Penyelenggaraan musabaqah tidak hanya memerlukan peserta dan panitia, tetapi juga tenaga penilai yang memahami ketentuan, mampu bekerja secara tertib, serta dapat mempertanggungjawabkan setiap nilai yang diberikan.

Karena itu, Bimtek ini diharapkan mampu menarik lebih banyak guru Al-Qur’an, pelatih, qari dan qariah senior, hafizh dan hafizhah, serta masyarakat yang memiliki dasar keilmuan untuk ikut mempersiapkan diri. Semakin banyak sumber daya yang dibina, semakin luas pula pilihan tenaga yang dapat dilibatkan sesuai kecakapan dan bidangnya.

LPTQ Kecamatan Rantau berharap pertemuan kedua Bimtek pada Ahad ini diikuti dengan disiplin dan kesungguhan. Peserta diminta membawa modul dan perlengkapan belajar, hadir sesuai waktu sesi, serta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya dan berlatih bersama mentor. Ketelitian dalam penilaian tidak cukup dibangun melalui teori, tetapi memerlukan pembiasaan, koreksi, dan praktik berulang.

Melalui kesinambungan antara Bimtek, pembinaan peserta, penguatan mitra, dan pelaksanaan MTQ Mitra Qur’ani, LPTQ Kecamatan Rantau ingin membangun ekosistem kompetisi Al-Qur’an yang tidak berhenti pada satu panggung. Peserta memperoleh ruang berkembang, pelatih mempunyai arah pembinaan, calon dewan hakim mendapatkan pengalaman, dan masyarakat dapat mengambil bagian sesuai kapasitasnya.

Pertemuan kedua pada Ahad, 2 Agustus 2026, bukan sekadar kelanjutan jadwal. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Qur’ani yang lebih banyak, kompeten, objektif, dan siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan musabaqah di Kecamatan Rantau.

Komentar

Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.