Artikel LPTQ

Hanifah ‘Adawiyyah, Qariah Remaja Putri Rantau yang Tampil Membanggakan di MTQ IX Aceh Tamiang

Hanifah ‘Adawiyyah, Qariah Remaja Putri Rantau yang Tampil Membanggakan di MTQ IX Aceh Tamiang
Hanifah ‘Adawiyyah, Qariah Remaja Putri Rantau yang Tampil Membanggakan di MTQ IX Aceh Tamiang

Karang Baru, Kamis, 9 Juli 2026 — Kafilah Kecamatan Rantau kembali menampilkan salah satu peserta mudanya pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026. Pada Kamis siang, sekitar pukul 14.30 WIB, giliran Hanifah ‘Adawiyyah tampil pada cabang Tilawah Remaja Putri.

Pelaksanaan MTQ ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026 menjadi salah satu agenda penting pembinaan Al-Qur’an di tingkat kabupaten. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta terbaik dari seluruh kecamatan, termasuk Kecamatan Rantau yang mengirimkan kafilah pada sejumlah cabang musabaqah.

Hanifah ‘Adawiyyah merupakan peserta muda berusia 14 tahun. Ia adalah putri dari pasangan Muhammad Mislani dan Irliyani. Di usianya yang masih belia, Hanifah telah dipercaya membawa nama Kecamatan Rantau pada salah satu cabang yang menuntut kemampuan vokal, ketepatan bacaan, penguasaan lagu, serta mental tampil yang baik, yaitu Tilawah Remaja Putri.

Lihat juga: Sahla Rizka Harumkan Aceh Tamiang di Final MTQ XXXVII Provinsi Aceh

Keikutsertaan Hanifah menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, sekolah, guru, dan masyarakat Kecamatan Rantau. Saat ini, Hanifah menempuh pendidikan di Pesantren Awqaf Binaul Ummah, yang berlokasi di Kampung Suka Mulia, Kecamatan Rantau. Pesantren tersebut selama ini dikenal ikut berperan aktif dalam pembinaan generasi Qur’ani serta kerap mengambil bagian dalam menghadirkan peserta-peserta potensial pada berbagai kegiatan MTQ.

Di balik penampilan Hanifah pada MTQ kali ini, terdapat proses pembinaan yang dijalani dengan kesungguhan. Salah satu sosok penting dalam perjalanan tilawah Hanifah adalah Ustadzah Laila Fitria, SH, atau yang akrab disapa Ustadzah Ria, guru tilawah yang selama ini membimbing dan mendampingi proses belajarnya. Peran guru seperti Ustadzah Ria menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tumbuhnya kemampuan peserta, terutama dalam membentuk dasar bacaan, melatih keberanian tampil, serta menjaga kedisiplinan dalam berlatih.

Cabang Tilawah Remaja Putri bukan hanya menuntut suara yang indah. Peserta juga harus mampu menjaga tajwid, fashahah, adab membaca, ketepatan lagu, pengaturan napas, serta ketenangan saat berada di mimbar. Karena itu, tampil pada cabang ini membutuhkan proses yang panjang dan latihan yang berulang. Bagi peserta seusia Hanifah, keberanian tampil di tingkat kabupaten sudah merupakan capaian yang patut diapresiasi.

Lihat juga: Silaturahmi LPTQ Rantau dan Camat Rantau Perkuat Komitmen Sukseskan Pemberangkatan Kafilah MTQ

Penampilan Hanifah pada siang itu menjadi bukti bahwa pembinaan qariah muda di Kecamatan Rantau terus berjalan. Dari lingkungan keluarga, pesantren, guru tilawah, dan dukungan LPTQ, lahir generasi muda yang berani tampil membawa nama kecamatan dalam kegiatan Qur’ani tingkat kabupaten.

LPTQ Kecamatan Rantau menyampaikan apresiasi kepada Hanifah ‘Adawiyyah atas semangat dan keberaniannya tampil di MTQ ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang. Apresiasi juga diberikan kepada kedua orang tuanya, pihak Pesantren Awqaf Binaul Ummah, serta Ustadzah Laila Fitria, SH, yang telah turut membimbing dan mendukung proses persiapan Hanifah.

MTQ tidak hanya menjadi ajang pencarian juara. Lebih dari itu, MTQ merupakan ruang pembinaan, pembentukan mental, dan penguatan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Setiap peserta yang tampil membawa cerita perjuangan masing-masing, termasuk Hanifah yang masih muda namun telah menunjukkan keberanian untuk berdiri di mimbar tilawah.

LPTQ Kecamatan Rantau berharap Hanifah ‘Adawiyyah terus istiqamah dalam belajar dan mengembangkan kemampuan tilawahnya. Semoga pengalaman tampil pada MTQ ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026 menjadi langkah penting dalam perjalanan panjangnya sebagai qariah muda, sekaligus menjadi inspirasi bagi santri dan generasi muda lainnya di Kecamatan Rantau.

Dengan dukungan keluarga, pesantren, guru pembimbing, dan lingkungan pembinaan yang terus dijaga, Kecamatan Rantau berharap akan semakin banyak lahir qari dan qariah muda yang mampu tampil membanggakan, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga pada jenjang yang lebih tinggi di masa mendatang.

Komentar

Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.