Artikel LPTQ

Tiga Santriwati Kampung Suka Mulia Tampil di Cabang Syarhil Qur’an, Bawa Nama Kecamatan Rantau di MTQ IX Aceh Tamiang

Tiga Santriwati Kampung Suka Mulia Tampil di Cabang Syarhil Qur’an, Bawa Nama Kecamatan Rantau di MTQ IX Aceh Tamiang
Tiga Santriwati Kampung Suka Mulia Tampil di Cabang Syarhil Qur’an, Bawa Nama Kecamatan Rantau di MTQ IX Aceh Tamiang

Karang Baru, Kamis, 9 Juli 2026 — Kafilah Kecamatan Rantau kembali menampilkan peserta terbaiknya pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026. Kali ini, tiga santriwati asal Kampung Suka Mulia, Kecamatan Rantau, tampil pada cabang Syarhil Qur’an Putri sekitar pukul 21.50 WIB.

Ketiga peserta tersebut adalah Az-Zuhra, Hashifa Ramadhani, dan Ratu Balqis. Mereka tampil sebagai satu tim dalam cabang Syarhil Qur’an, dengan pembagian peran masing-masing. Hashifa Ramadhani bertugas sebagai pembaca ayat suci Al-Qur’an, Az-Zuhra sebagai sari tilawah, sementara Ratu Balqis tampil sebagai pensyarah.

Penampilan mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kecamatan Rantau. Selain membawa nama kafilah kecamatan, ketiga santriwati tersebut juga mewakili semangat pembinaan yang tumbuh dari lingkungan pesantren dan gampong. Mereka berasal dari Pesantren Awqaf Binaul Ummah, lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Kampung Suka Mulia, Kecamatan Rantau.
Pesantren Awqaf Binaul Ummah selama ini dikenal aktif dalam pembinaan santri serta turut memberi perhatian terhadap kegiatan-kegiatan Qur’ani. Di bawah kepemimpinan Ustadz Bahari Bayu Bangsa, S.Pd.I, pesantren tersebut menjadi salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Rantau yang kerap berperan dalam menghadirkan peserta pada berbagai cabang MTQ.


Di balik penampilan Az-Zuhra, Hashifa Ramadhani, dan Ratu Balqis, terdapat proses latihan dan pendampingan yang tidak singkat. Mereka dibimbing oleh Ustadzah Ainun, pelatih dari pesantren yang selama ini giat mengader peserta dan menyiapkan santri untuk berani tampil dalam cabang-cabang musabaqah.

Peran pembimbing menjadi sangat penting dalam cabang Syarhil Qur’an. Cabang ini tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga menuntut kekompakan tim. Pembaca Al-Qur’an harus mampu membuka penampilan dengan bacaan yang baik dan beradab. Sari tilawah dituntut menyampaikan terjemahan dengan penghayatan yang tepat. Sementara pensyarah harus mampu menguraikan pesan ayat secara terstruktur, komunikatif, dan meyakinkan.

Karena itu, tampil di cabang Syarhil Qur’an pada tingkat kabupaten bukanlah hal sederhana. Setiap peserta harus menjaga konsentrasi, irama penyampaian, pembagian peran, serta keserasian sejak awal hingga akhir penampilan. Terlebih, penampilan pada malam hari di hadapan dewan hakim dan masyarakat tentu membutuhkan kesiapan mental yang baik.

LPTQ Kecamatan Rantau menyampaikan apresiasi kepada ketiga peserta atas keberanian dan kesungguhan mereka tampil di arena MTQ ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang. Apresiasi juga diberikan kepada Pesantren Awqaf Binaul Ummah, Ustadzah Ainun selaku pelatih, serta keluarga besar pesantren yang selama ini ikut mendukung proses pembinaan peserta.
Keikutsertaan Az-Zuhra, Hashifa Ramadhani, dan Ratu Balqis menjadi bukti bahwa potensi generasi muda Kecamatan Rantau terus tumbuh dari berbagai lembaga pendidikan dan lingkungan masyarakat. Dari Kampung Suka Mulia, lahir santriwati-santriwati yang tidak hanya belajar di ruang kelas dan pesantren, tetapi juga berani tampil membawa pesan Al-Qur’an di panggung musabaqah.

MTQ bukan hanya ajang untuk meraih juara, tetapi juga ruang pembentukan mental, adab, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Setiap peserta yang tampil membawa cerita perjuangan masing-masing. Begitu pula tiga santriwati Suka Mulia ini, yang telah menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat mengantarkan mereka sampai ke panggung kabupaten.

LPTQ Kecamatan Rantau berharap penampilan ini menjadi pengalaman berharga bagi Az-Zuhra, Hashifa Ramadhani, dan Ratu Balqis. Semoga mereka terus istiqamah belajar, semakin percaya diri, dan menjadi inspirasi bagi santri lain untuk berani mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan Qur’ani.

Dengan dukungan pesantren, pelatih, orang tua, dan masyarakat, Kecamatan Rantau diharapkan terus melahirkan peserta-peserta muda yang mampu tampil membanggakan pada berbagai cabang MTQ, baik di tingkat kabupaten maupun jenjang yang lebih tinggi.




Komentar

Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.