Rantau — Tidak semua orang yang berjasa dalam sebuah kafilah tampil di atas panggung. Ada yang bekerja dari belakang, menghubungkan peserta, menyemangati anak-anak, membuka komunikasi dengan pesantren, dan memastikan potensi yang ada tidak terlewat begitu saja. Pada MTQ ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026, salah satu sosok itu adalah Ustadzah Ummi Kasum.
Ustadzah Ummi Kasum yang akrab disapa Ustadzah Ummi atau Bu Ummi ini sebenarnya tidak sedang bertugas di Kecamatan Rantau. Saat ini, ia mengabdi sebagai tenaga pendidik di MTsN 1 Aceh Tenggara. Jarak tugas yang jauh dari kampung halaman membuatnya tidak selalu berada di Rantau. Namun, pada momentum MTQ kemarin, kehadirannya justru menjadi salah satu kekuatan penting bagi Kafilah Kecamatan Rantau.
Lihat juga: Lolos Final! Fahmil Qur’an Putri Rantau Susul Tim Putra ke Babak Final MTQ IX Aceh Tamiang
Ustadzah Ummi Kasum bukan nama yang asing dalam dunia MTQ. Kecintaannya terhadap Al-Qur’an tumbuh dari hobi dan rasa senang mengikuti kegiatan mengaji. Baginya, setiap kegiatan yang berhubungan dengan Al-Qur’an selalu memiliki tempat tersendiri di hati. Ia juga pernah merasakan pengalaman tampil di ajang MTQ tingkat provinsi dan membawa pulang piala, meskipun dengan rendah hati menyebutnya sebagai “juara enam”.
“Setidaknya ada kenangan,” ungkapnya dengan sederhana.
Pada MTQ tahun ini, Ustadzah Ummi Kasum memang tidak tampil sebagai peserta. Namun, ketidakhadirannya sebagai peserta justru berganti menjadi peran yang tidak kalah penting. Ia ikut mendampingi, menguatkan, dan membantu anak-anak saleh dan salehah yang tampil membawa nama Kecamatan Rantau.
“Walaupun tahun ini tidak jadi peserta, tetapi sangat berbahagia bisa mendampingi anak-anak saleh dan salehah tampil di MTQ,” ujarnya.
Di balik persiapan Kafilah Kecamatan Rantau, peran Ustadzah Ummi Kasum terasa sangat besar, terutama dalam proses rekrutmen dan penguatan peserta. Ia aktif membantu mencari, menghubungkan, dan memastikan potensi peserta yang ada di lingkungan dayah maupun pesantren dapat tersambung dengan LPTQ Kecamatan Rantau.
Lihat juga: Gemilang di MTQ IX Aceh Tamiang, Rantau Raih 12 Prestasi Termasuk 3 Juara I
Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, Ahmad Nabawi, S.H.I., mengakui bahwa kehadiran Ustadzah Ummi Kasum sangat membantu dalam urusan kepesertaan. Menurutnya, dalam suasana persiapan yang singkat dan penuh kebutuhan teknis, peran seperti ini sangat menentukan.
“Secara pribadi, saya sangat terbantu dengan kehadiran Ustadzah Ummi. Beliau aktif sekali membantu rekrutmen peserta. Kalau tidak ada beliau, mungkin urusan kepesertaan ini bisa sangat berat dan banyak yang terbengkalai. Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan beliau berada di Rantau pada momentum MTQ kemarin,” ungkap Ahmad Nabawi.
Kehadiran Ustadzah Ummi Kasum juga semakin terasa karena ia memiliki akses yang dekat dengan lingkungan pembinaan santri. Suaminya merupakan salah satu tim pendidik di Pesantren Awqaf Binaul Ummah, salah satu pesantren yang berada di Kecamatan Rantau dan turut memberi kontribusi dalam pembinaan peserta MTQ.
Di pesantren tersebut, dukungan dari Ustadz Bahari Bayu Bangsa, S.Pd.I. selaku pimpinan pesantren, serta peran Ustadzah Ainun yang aktif membina, khususnya pada cabang Syarhil Qur’an, menjadi bagian penting dari ekosistem pembinaan peserta. Kolaborasi antara pesantren, guru, pembina, orang tua, dan LPTQ Kecamatan menjadi salah satu kunci penting dalam mempersiapkan kafilah yang lebih matang.
Bagi Ustadzah Ummi Kasum, MTQ bukan hanya ajang untuk mencari juara. Lebih dari itu, MTQ adalah ruang syiar Al-Qur’an, ruang pembinaan, dan jalan untuk menurunkan ilmu kepada generasi berikutnya.
“MTQ ini bukan hanya ajang untuk mencari juara, tetapi ajang untuk mensyiarkan Al-Qur’an. Ilmunya harus diturunkan kepada generasi berikutnya agar semakin berkah,” pesannya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTQ Kabupaten Aceh Tamiang tahun ini. Menurutnya, di tengah kondisi daerah pascabanjir, keberlanjutan MTQ menjadi bukti bahwa semangat syiar Al-Qur’an tidak boleh berhenti.
Lihat juga: Dramatis! Jiyad, Rafif dan Alif Bawa Fahmil Qur’an Putra Rantau Melaju ke Final MTQ IX Aceh Tamiang
“Alhamdulillah, pascabanjir, LPTQ tetap membuat MTQ tingkat kabupaten. Apresiasi luar biasa kepada LPTQ Kabupaten, walaupun tidak semua cabang lomba terpenuhi,” ujarnya.
Kisah Ustadzah Ummi Kasum memberi pelajaran bahwa pengabdian kepada Al-Qur’an tidak selalu harus berada di mimbar lomba. Ada peran yang mungkin tidak terlihat oleh banyak orang, tetapi sangat menentukan jalannya sebuah kafilah. Ada yang bekerja dalam diam, menghubungkan peserta, menyalakan semangat, dan memastikan anak-anak yang memiliki potensi mendapat kesempatan untuk tampil.
Bagi LPTQ Kecamatan Rantau, sosok seperti Ustadzah Ummi Kasum adalah bagian dari kekuatan pembinaan. Meski bertugas jauh di Aceh Tenggara, hatinya tetap pulang pada momentum yang tepat. Ia hadir bukan sebagai peserta, tetapi sebagai penggerak yang ikut memastikan perjuangan Kafilah Rantau berjalan lebih terarah.
Semoga semangat Ustadzah Ummi Kasum menjadi inspirasi bagi para pembina, guru, dan pegiat Al-Qur’an lainnya. Sebab keberhasilan MTQ tidak hanya lahir dari peserta yang tampil dan meraih juara, tetapi juga dari tangan-tangan tulus yang bekerja di belakang layar, menjaga agar syiar Al-Qur’an terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Komentar
Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.