Artikel LPTQ

Rakor DSI Aceh Tamiang Perkuat Pembinaan MTQ, LPTQ Rantau Paparkan Bimtek, Mitra Qur’ani dan Digitalisasi

Rakor DSI Aceh Tamiang Perkuat Pembinaan MTQ, LPTQ Rantau Paparkan Bimtek, Mitra Qur’ani dan Digitalisasi
Rakor DSI Aceh Tamiang Perkuat Pembinaan MTQ, LPTQ Rantau Paparkan Bimtek, Mitra Qur’ani dan Digitalisasi

ACEH TAMIANG — Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar rapat koordinasi bersama unsur LPTQ kecamatan, Jumat (28/8/2026), untuk menata pembinaan dan persiapan MTQ ke depan. LPTQ Kecamatan Rantau mengikuti pertemuan melalui Sa’diah, serta menyampaikan program yang sedang berjalan dan dimatangkan di Rantau.

Dalam rapat tersebut, Plt. Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang H. M. Fajar, M.A., bersama jajaran DSI, di antaranya Muhammad Fauzi, S.Ag., M.H., Bainun Siregar, S.Ag., M.A., dan Selamat Tajuddin, S.Pd.I., membahas sejumlah langkah strategis pembinaan dan kaderisasi MTQ ke depan.

Salah satu arah yang ditekankan ialah agar LPTQ kecamatan mulai menyiapkan nama-nama calon potensial untuk mengikuti proses seleksi dan pembinaan menuju MTQ Kabupaten Aceh Tamiang 2028. Selain itu, Juara I dan Juara II MTQ Kabupaten Aceh Tamiang 2026 akan kembali mengikuti seleksi sebagai bagian dari persiapan pembentukan kafilah Aceh Tamiang menuju MTQ tingkat Provinsi.

Sehubungan dengan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), kecamatan melalui unsur Kesra dan LPTQ juga didorong memberdayakan qari dan qariah yang telah berpengalaman atau pernah berprestasi untuk tampil pada kegiatan Maulid dan agenda keagamaan di kampung-kampung. Dengan demikian, qari-qariah tidak hanya hadir saat musabaqah, tetapi juga memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

DSI turut meminta setiap LPTQ kecamatan menyusun proposal kegiatan MTQ tingkat kecamatan serta terus menjaring bibit baru agar regenerasi peserta tidak terputus dan persiapan dilakukan jauh hari.

Dalam kesempatan itu, Sa’diah menyampaikan bahwa LPTQ Kecamatan Rantau telah menjalankan Serial Bimbingan Teknis Sistem Penilaian MTQ. Program yang dimulai 26 Juli 2026 ini diarahkan pada teori, praktik, pengujian dan pemetaan kemampuan calon Dewan Hakim, panitera, operator serta tenaga teknis musabaqah. Materinya meliputi penggunaan formulir, pencatatan kesalahan, penghitungan nilai, tata kerja majelis hingga praktik penilaian. Pada sesi bersama Ust. Khairunnas Panjaitan, S.E.I., pengujian telah mencakup tahfizh, tajwid, fashahah serta suara dan lagu; sedangkan rangkaian keseluruhan juga mencakup tilawah, tartil, qira’at, kepaniteraan, sistem nilai dan simulasi kerja majelis. 

LPTQ Rantau juga sedang mematangkan MTQ Mitra Qur’ani, ajang khusus Kecamatan Rantau yang dirancang berlangsung setiap tiga bulan. Program ini menjadi ruang kompetisi, evaluasi dan pembinaan berkelanjutan: peserta mendapat kesempatan tampil, pelatih mengukur perkembangan binaan, calon Dewan Hakim menambah jam terbang, dan bibit baru dapat ditemukan lebih dini. Konsep Mitra Qur’ani memang telah dirancang sebagai kompetisi berkala melalui pola kemitraan agar kegiatan Qur’ani hidup sepanjang tahun. 

Sa’diah turut menyampaikan bahwa LPTQ Rantau tengah menggarap digitalisasi sistem MTQ. Sistem ini direncanakan pertama kali diaplikasikan dan diuji pada MTQ Mitra Qur’ani, mencakup penilaian dan administrasi yang lebih tertib, terpusat dan terdokumentasi. Ini melanjutkan modernisasi LPTQ Rantau berupa penilaian digital, pendaftaran daring, rekapitulasi hasil dan pengelolaan data peserta yang lebih akurat serta transparan. 

Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, Ahmad Nabawi, S.H.I., mengapresiasi arah kebijakan Dinas Syariat Islam. Menurutnya, dorongan agar kecamatan menghidupkan MTQ tingkat kecamatan, menyiapkan calon sejak dini, membina juara, memberdayakan qari-qariah dan terus menjaring bibit baru merupakan langkah strategis bagi pembinaan jangka panjang.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Dinas Syariat Islam ini. Mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan semua pihak. Kalau pembinaan, penjaringan dan kompetisi hidup dari kampung dan kecamatan, persiapan Aceh Tamiang menuju jenjang berikutnya tentu jauh lebih kuat,” ujar Ahmad Nabawi.

Ia juga menilai perhatian pimpinan daerah terhadap MTQ sebagai sinyal positif. Beberapa hari sebelumnya, dalam sebuah pertemuan yang tidak berkaitan dengan agenda LPTQ Rantau, Ahmad Nabawi sempat bertemu Bupati Aceh Tamiang. Dalam percakapan tersebut, menurut Ahmad, Bupati menyinggung dukungan terhadap kegiatan MTQ, termasuk rencana menyediakan piala.

“Ini mantap sekali. DSI bergerak pada kebijakan dan pembinaan, sementara Bupati juga memberi perhatian. Tinggal bagaimana LPTQ kecamatan menangkap semangat itu dan menerjemahkannya menjadi kegiatan nyata,” katanya.

Arah tersebut sejalan dengan dorongan Pemerintah Kabupaten agar pembinaan MTQ diperkuat dari tingkat bawah. Seusai MTQ IX Aceh Tamiang 2026, Bupati Armia Pahmi juga mendorong penyaringan bakat lebih dini dan meminta para juara tidak cepat berpuas diri dalam mempersiapkan jenjang berikutnya. 

Bagi LPTQ Kecamatan Rantau, hasil rakor ini memperkuat arah kerja yang sedang dibangun: pembinaan sepanjang tahun, peningkatan kapasitas Dewan Hakim dan tenaga teknis, penjaringan bibit baru, MTQ Mitra Qur’ani setiap tiga bulan, serta digitalisasi sistem MTQ. Semua itu diarahkan agar Rantau tidak sekadar menunggu MTQ 2028, tetapi mulai bekerja dari sekarang.

Dengan sinergi DSI, pemerintah daerah, LPTQ, kampung, lembaga pendidikan, masjid, pelatih dan masyarakat, diharapkan lahir ekosistem pembinaan Al-Qur’an yang lebih kuat, terukur dan berkelanjutan—dari kampung hingga provinsi.

Komentar

Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.