Artikel LPTQ

Mengenal Qira'at Sab'ah; Khazanah Bacaan Al-Qur'an dalam MTQ

Mengenal Qira'at Sab'ah; Khazanah Bacaan Al-Qur'an dalam MTQ
Mengenal Qira'at Sab'ah; Khazanah Bacaan Al-Qur'an dalam MTQ

 


LPTQ Kecamatan Rantau — Ketika mendengar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), masyarakat umumnya lebih mengenal cabang Tilawah, Tartil, Tahfizh, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Tafsir, atau Kaligrafi. Namun dalam MTQ terdapat pula cabang yang membutuhkan penguasaan ilmu bacaan Al-Qur’an secara lebih khusus, yaitu Qiraat Al-Qur’an atau Qiraat Sab’ah.

Qiraat Sab’ah bukan berarti tujuh lagu membaca Al-Qur’an. Istilah ini merujuk kepada tujuh mazhab bacaan Al-Qur’an yang dinisbahkan kepada tujuh imam qiraat, yaitu Imam Nafi’ al-Madani, Ibnu Katsir al-Makki, Abu ‘Amr al-Bashri, Ibnu ‘Amir asy-Syami, ‘Ashim al-Kufi, Hamzah al-Kufi, dan al-Kisa’i.

Perbedaan dalam qiraat bukanlah bacaan yang dibuat-buat oleh pembaca. Ia merupakan bacaan Al-Qur’an yang diterima melalui jalur periwayatan dan mempunyai kaidah masing-masing. Perbedaannya dapat ditemukan pada pengucapan huruf, harakat, panjang-pendek bacaan, idgham, imalah, tashil, naql, serta beberapa bentuk bacaan lainnya.

Masyarakat Aceh pada umumnya sangat akrab dengan bacaan Hafsh ‘an ‘Ashim yang digunakan dalam mushaf dan pembelajaran Al-Qur’an sehari-hari. Dalam ilmu qiraat, seorang peserta tidak hanya dituntut mampu membaca dengan riwayat Hafsh, tetapi juga memahami wajah-wajah bacaan yang diriwayatkan melalui imam dan perawi qiraat lainnya.

Hal ini menjelaskan mengapa suatu hukum bacaan yang biasa kita kenal dalam riwayat Hafsh belum tentu dibaca dengan cara yang sama dalam qiraat lain. Sebagai contoh, pada beberapa tempat terdapat pertemuan ba sukun (بْ) dengan fa (ف) yang dalam bacaan Hafsh tetap dibaca jelas, sementara dalam qiraat tertentu dapat berlaku idgham karena kedekatan makhraj kedua huruf tersebut.

Qiraat Sab’ah dalam MTQ

Qiraat bukan sekadar kajian dalam kitab-kitab ulumul Qur’an. Cabang ini secara nyata menjadi bagian dari Musabaqah Tilawatil Qur’an di Indonesia. Dalam penyelenggaraan MTQ, Qiraat Sab’ah dipertandingkan dalam bentuk Mujawwad dan Murattal, termasuk golongan Remaja dan Dewasa.

Mujawwad menuntut kemampuan qiraat yang dipadukan dengan seni tilawah dan pengolahan suara sebagaimana karakter bacaan mujawwad. Sementara Murattal lebih menekankan bacaan yang tertib, tenang dan terukur dengan penerapan wajah qiraat yang benar.

Karena itu, peserta Qiraat Sab’ah tidak cukup hanya memiliki suara bagus. Ia harus memahami ushul qiraat, perbedaan bacaan setiap imam dan riwayat, ketepatan tajwid, fashahah, serta mampu berpindah dari satu wajah qiraat kepada wajah qiraat lainnya secara benar.

Tantangan Pembinaan di Tingkat Kecamatan

Bagi LPTQ Kecamatan Rantau, pengenalan Qiraat Sab’ah penting karena pembinaan MTQ ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada cabang-cabang yang selama ini sudah memiliki banyak peserta.

Ada cabang-cabang khusus yang membutuhkan penjaringan dan pembinaan jangka panjang. Qiraat Sab’ah termasuk di antaranya.

Peserta potensial pada cabang ini dapat berawal dari qari dan qariah yang telah mempunyai dasar tajwid dan fashahah yang kuat, kemudian diarahkan secara bertahap untuk mengenal ilmu qiraat di bawah bimbingan guru yang memiliki kompetensi dalam bidang tersebut.

Dengan pembinaan seperti ini, kecamatan tidak harus menunggu datangnya seorang peserta Qiraat Sab’ah yang sudah jadi. Pesertanya dapat dipersiapkan sejak awal.

LPTQ Kecamatan Rantau memandang bahwa pengembangan sumber daya Al-Qur’an harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Mengenalkan Qiraat Sab’ah kepada generasi muda merupakan salah satu langkah untuk memperluas wawasan mereka bahwa khazanah bacaan Al-Qur’an sangat luas, terjaga melalui sanad dan periwayatan, serta terus dipelajari hingga hari ini.

MTQ pada akhirnya bukan hanya tempat mencari juara. Ia juga menjadi ruang untuk memelihara ilmu-ilmu Al-Qur’an, menemukan potensi baru, dan memastikan tradisi keilmuan tersebut diteruskan kepada generasi berikutnya.


Artikel LPTQ Kecamatan Rantau:

Qiraat Sab’ah, Pembinaan MTQ, Khazanah Al-Qur’an, Cabang MTQ

Komentar

Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.