RANTAU — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Rantau menjadwalkan ulang pelaksanaan perdana MTQ Mitra Qur’ani yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada September 2026.
Penyesuaian agenda dilakukan menyusul akan digelarnya MTQ FPAT Ke-I Tahun 2026 oleh Forum Pembina Al-Qur’an Tamiang (FPAT) pada 29–30 September 2026 di Islamic Center Aceh Tamiang.
Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, Ahmad Nabawi, S.HI, mengatakan keputusan tersebut diambil agar kegiatan pembinaan dan kompetisi Al-Qur’an tidak berjalan tumpang tindih, terlebih keduanya memiliki semangat yang sama dalam menyediakan ruang bagi peserta untuk tampil, mengukur kemampuan dan memperoleh pengalaman bermusabaqah.
“Tujuan kita sejak awal membuat MTQ Mitra Qur’ani adalah supaya peserta memiliki wadah untuk berekspresi, tampil dan menguji hasil pembinaannya. Kalau pada bulan ini sudah ada MTQ FPAT yang memberikan ruang seperti itu, tentu tidak perlu kita membuat kegiatan yang hampir sama dalam waktu yang berdekatan,” ujar Ketua LPTQ Kecamatan Rantau.
Ia menjelaskan, perubahan jadwal tersebut bukan berarti MTQ Mitra Qur’ani dibatalkan. Program tersebut tetap menjadi salah satu agenda pembinaan LPTQ Kecamatan Rantau yang direncanakan berlangsung secara berkala.
“Insyaallah setelah MTQ FPAT selesai, kita agendakan kembali. Kemungkinan bulan depan kita mulai pelaksanaan perdananya, kemudian kita upayakan berjalan rutin. Yang penting tujuan pembinaannya tercapai, bukan sekadar memperbanyak kegiatan,” ujarnya.
Dengan demikian, pelaksanaan perdana MTQ Mitra Qur’ani yang semula direncanakan pada September bergeser ke periode berikutnya. Oktober 2026 menjadi waktu yang sedang dipertimbangkan, sedangkan tanggal, cabang perlombaan dan teknis pelaksanaannya akan ditetapkan setelah memperhatikan kesiapan penyelenggara serta mitra yang terlibat.
Bukan Sekadar Menambah Agenda Lomba
MTQ Mitra Qur’ani dirancang LPTQ Kecamatan Rantau sebagai kegiatan pembinaan dan kompetisi berkala. Program ini diharapkan menjadi ruang bagi peserta dan calon peserta MTQ untuk memperoleh pengalaman tampil lebih sering di luar agenda MTQ resmi tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak harus menunggu penyelenggaraan MTQ tahunan untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka. Musabaqah ditempatkan sebagai bagian dari proses latihan, evaluasi dan pemetaan potensi peserta.
Konsep tersebut pula yang menjadi pertimbangan LPTQ Kecamatan Rantau untuk tidak memaksakan pelaksanaan MTQ Mitra Qur’ani pada September ketika pada bulan yang sama telah tersedia MTQ FPAT Ke-I dengan cakupan peserta se-Kabupaten Aceh Tamiang.
Menurut Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, keberadaan kegiatan serupa yang diselenggarakan lembaga lain justru perlu dipandang sebagai bagian dari ekosistem pembinaan Al-Qur’an yang saling melengkapi.
“Kalau wadah untuk peserta sudah ada, kita manfaatkan dan kita dukung. Tidak harus semua kegiatan itu dibuat oleh LPTQ. Yang kita inginkan adalah anak-anak kita punya cukup ruang untuk tampil dan terus berkembang,” kata Ketua LPTQ.
MTQ FPAT Ke-I sendiri akan berlangsung selama dua hari dengan mempertandingkan delapan cabang dan menyediakan kuota hingga 420 peserta. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang baru bagi lembaga-lembaga pembinaan Al-Qur’an di Aceh Tamiang untuk mengutus dan mengevaluasi peserta binaannya.
Setelah agenda MTQ FPAT Ke-I selesai, LPTQ Kecamatan Rantau akan kembali mematangkan pelaksanaan perdana MTQ Mitra Qur’ani sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.
Ke depan, MTQ Mitra Qur’ani direncanakan tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana, tetapi dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan kampung, lembaga pendidikan Al-Qur’an, pesantren, sekolah, masjid serta berbagai pihak yang bersedia menjadi mitra pembinaan.
Melalui pola tersebut, LPTQ Kecamatan Rantau berharap peserta memiliki semakin banyak kesempatan untuk berlatih, tampil, dievaluasi dan kembali dibina, sehingga pengembangan potensi Al-Qur’an berlangsung sepanjang tahun dan tidak hanya bergerak ketika MTQ resmi akan dilaksanakan.

Komentar
Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.