Artikel LPTQ

LPTQ Rantau Apresiasi Dinas Syariat Islam, Uang Transport Peserta Pembinaan Tilawatil Qur’an Disalurkan

LPTQ Rantau Apresiasi Dinas Syariat Islam, Uang Transport Peserta Pembinaan Tilawatil Qur’an Disalurkan
LPTQ Rantau Apresiasi Dinas Syariat Islam, Uang Transport Peserta Pembinaan Tilawatil Qur’an Disalurkan

Karang Baru, 15 Juli 2026 — Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu (15/7/2026) menyalurkan uang transport bagi peserta yang telah mengikuti rangkaian Pembinaan Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten.
Dana transport tersebut diserahkan melalui Ketua LPTQ masing-masing kecamatan untuk selanjutnya diteruskan kepada para peserta pembinaan di wilayahnya masing-masing.
Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap para qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti pembinaan dengan datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Program pembinaan yang berlangsung sejak akhir Juni 2026 tersebut dipusatkan di Kompleks Islamic Center, Tanah Terban, Karang Baru. Para peserta mendapatkan pelatihan sesuai cabang dan golongan, meliputi tilawah, tartil, qira’at sab‘ah, serta hifzhil Qur’an.
Pembinaan tersebut turut menghadirkan pelatih-pelatih berpengalaman dari Aceh Tamiang dan luar daerah untuk memberikan penguatan dalam bidang tajwid, lagu, suara, hafalan, adab tampil, dan kesiapan mental peserta.
Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, Ahmad Nabawi, S.H.I., menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang atas terselenggaranya program tersebut.
Menurutnya, Pembinaan Tilawatil Qur’an merupakan salah satu program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh peserta maupun LPTQ kecamatan. Peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan koreksi, pengalaman, motivasi, serta pola pembinaan yang lebih terarah.
“Masyaallah, manfaatnya sangat besar. Anak-anak kita mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para pelatih yang benar-benar memahami bidangnya. Ada kesalahan yang selama ini tidak disadari, kemudian diperbaiki. Ada kemampuan yang sebelumnya belum berkembang, lalu diarahkan. Program seperti ini jangan sampai terhenti,” ujar Ahmad Nabawi.
Ia menilai uang transport yang disalurkan melalui Ketua LPTQ kecamatan bukan sekadar bantuan biaya perjalanan. Lebih dari itu, dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap kesungguhan para peserta yang datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti pembinaan.
Bagi sebagian peserta, terutama yang berdomisili cukup jauh dari lokasi kegiatan, kebutuhan transportasi menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban peserta maupun keluarga mereka.
Ahmad Nabawi juga berharap agar program pembinaan tidak hanya diselenggarakan menjelang pelaksanaan MTQ, tetapi dapat dirancang secara rutin dan berkelanjutan.
Menurutnya, prestasi tidak dapat dilahirkan melalui latihan singkat. Prestasi membutuhkan proses panjang, pelatih yang kompeten, jadwal latihan yang teratur, serta dukungan anggaran yang memadai.
“MTQ memang menjadi tempat mengukur hasil, tetapi pembinaanlah yang melahirkan hasil itu. Kita tidak mungkin mengharapkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi apabila latihan hanya dilakukan ketika perlombaan sudah dekat,” tambahnya.
Atas dasar itu, LPTQ Kecamatan Rantau mengharapkan dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, DPRK, Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten, serta seluruh pejabat yang memiliki kewenangan dalam penyusunan program dan anggaran.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya dalam bentuk apresiasi, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan dan ketersediaan anggaran agar pembinaan Al-Qur’an dapat dilaksanakan secara lebih luas, rutin, dan merata.
“Kami memohon kepada para pemegang kebijakan agar program mulia seperti ini dijaga dan diperkuat. Bila ada kekurangan administrasi, mari administrasinya kita benahi. Bila ada bagian yang perlu dievaluasi, mari diperbaiki. Namun, jangan sampai program yang sudah nyata manfaatnya justru dimandekkan,” tegas Ahmad Nabawi.
Menurutnya, anggaran untuk pembinaan Al-Qur’an bukan sekadar pengeluaran kegiatan. Anggaran tersebut merupakan investasi untuk melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki kemampuan, berakhlak baik, dan mampu membawa nama Aceh Tamiang pada berbagai tingkatan musabaqah.
Pembinaan juga dinilai penting agar potensi yang terdapat di kampung-kampung tidak hilang akibat keterbatasan akses terhadap pelatih yang kompeten. Melalui program tingkat kabupaten, peserta dari berbagai kecamatan dapat memperoleh kesempatan belajar dan pembinaan yang relatif setara.
LPTQ Kecamatan Rantau menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh jajaran Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang, para pelatih, panitia, Ketua LPTQ kecamatan, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan pembinaan dan proses penyaluran uang transport peserta.
“Semoga ikhtiar ini menjadi amal yang terus mengalir. Kami yakin, ketika pemerintah, ulama, pelatih, LPTQ, dan masyarakat berjalan bersama, Aceh Tamiang akan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang bukan hanya berprestasi dalam MTQ, tetapi juga menjadi penerang di tengah masyarakat,” pungkas Ahmad Nabawi.

Komentar

Belum ada komentar. Anda dapat menjadi pemberi komentar pertama.