Artikel LPTQ

LPTQ Kecamatan Rantau Silaturahmi dengan Kepala Mukim Rantau, Paparkan Program Pembinaan hingga Penguatan Dukungan Umat

LPTQ Kecamatan Rantau Silaturahmi dengan Kepala Mukim Rantau, Paparkan Program Pembinaan hingga Penguatan Dukungan Umat
LPTQ Kecamatan Rantau Silaturahmi dengan Kepala Mukim Rantau, Paparkan Program Pembinaan hingga Penguatan Dukungan Umat

RANTAU — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Rantau melaksanakan pertemuan dan silaturahmi bersama Kepala Mukim Rantau yang baru, Rabu, 9 September 2026, bertempat di Syakila Kopi, Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun penuh pembahasan substantif mengenai pengembangan kegiatan Al-Qur’an di wilayah Kecamatan Rantau. Agenda utama pertemuan adalah memperkenalkan arah kerja, program yang telah berjalan, serta sejumlah rencana pengembangan LPTQ Kecamatan Rantau kepada Kepala Mukim Rantau sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan pemerintahan, kemasyarakatan, dan adat di tingkat kemukiman.

Ketua LPTQ Kecamatan Rantau, Ahmad Nabawi, S.HI, dalam pertemuan tersebut memaparkan bahwa LPTQ Rantau saat ini tidak hanya diarahkan sebagai lembaga yang aktif menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tetapi sedang dibangun menjadi lembaga pembinaan Al-Qur’an yang bekerja secara lebih terencana, berkelanjutan, terdokumentasi, dan mampu menjangkau potensi masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Rantau.

Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah Serial Bimbingan Teknis Sistem Penilaian MTQ Rumpun Bacaan dan Hafalan Al-Qur’an Angkatan I Tahun 2026, yang berlangsung sejak 26 Juli hingga 30 Agustus 2026. Program tersebut mencakup penguatan pemahaman bidang Tahfizh, Tajwid dan Fashahah, Tilawah dan Tartil, Qira’at Sab‘ah, simulasi penilaian terpadu, kepaniteraan, rekapitulasi nilai, hingga pemetaan sumber daya manusia yang dapat dipersiapkan untuk mendukung pembinaan dan penyelenggaraan MTQ di masa mendatang.

LPTQ Kecamatan Rantau juga mulai mengembangkan pola pembinaan yang lebih spesifik sesuai cabang. Di antaranya adalah Kelas Pembinaan Khattil Qur’an, sebagai ruang pembinaan bagi generasi muda Kecamatan Rantau yang memiliki minat dalam seni kaligrafi Al-Qur’an, baik bagi pemula maupun peserta yang telah memiliki pengalaman mengikuti MTQ.

Selain pembinaan peserta, LPTQ Rantau memberi perhatian kepada peningkatan kapasitas pelatih, panitia, dan sumber daya manusia bidang perhakiman. Hal tersebut dinilai penting karena kualitas pembinaan tidak dapat hanya diukur dari jumlah kegiatan atau peserta, tetapi juga dari kemampuan lembaga membangun ekosistem yang memahami standar teknis musabaqah secara baik.

Dalam pertemuan itu turut dipaparkan gagasan MTQ Triwulanan LPTQ Kecamatan Rantau, dengan pola kemitraan bersama lembaga pendidikan, dayah, balai pengajian, TPQ, sekolah, maupun unsur masyarakat lainnya. Melalui pola tersebut, cabang-cabang tertentu dapat diperlombakan atau dibina secara berkala dengan tuan rumah yang bergiliran. LPTQ berperan dalam koordinasi teknis, penyediaan dewan hakim atau tim penilai, pedoman perlombaan, validasi hasil, sertifikat dan piala, sedangkan mitra dapat terlibat sebagai penyelenggara serta mendukung hadiah pembinaan sesuai kemampuan.

Model tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan Al-Qur’an tidak hanya ramai pada saat menjelang MTQ tingkat kabupaten, tetapi hadir secara rutin sepanjang tahun.

Pada bidang kelembagaan, LPTQ Kecamatan Rantau juga sedang memperkuat digitalisasi administrasi dan data. Pengelolaan peserta diarahkan menggunakan basis data terpadu yang dapat dimanfaatkan untuk pendataan peserta pembinaan, administrasi kegiatan, pembuatan identitas atau badge peserta, dokumentasi prestasi, hingga kebutuhan kafilah Kecamatan Rantau pada kegiatan MTQ.

Sistem administrasi surat-menyurat, formulir, dokumentasi kegiatan, berita acara, sertifikat, rekapitulasi nilai serta arsip kelembagaan juga terus dibenahi agar tidak lagi bergantung pada dokumen yang tercecer dan pekerjaan berulang.

Pengembangan website dan media publikasi LPTQ Kecamatan Rantau turut menjadi bagian dari langkah tersebut. Media tersebut dipersiapkan sebagai pusat informasi mengenai struktur lembaga, program kerja, agenda pembinaan, pedoman kegiatan, bahan belajar, bank soal, berita kegiatan, dokumentasi, serta informasi lain yang dapat diakses masyarakat. Pengembangan aplikasi dan layanan digital LPTQ juga menjadi bagian dari gagasan jangka panjang untuk membuat pelayanan administrasi serta akses informasi semakin mudah.

Selain program pembinaan dan digitalisasi, pembicaraan turut menyentuh aspek kemandirian pembiayaan kegiatan. LPTQ Kecamatan Rantau selama ini mengembangkan partisipasi masyarakat melalui dukungan para muhsinin dan donatur yang secara sukarela membantu kegiatan pembinaan Al-Qur’an.

Dalam pertemuan dijelaskan bahwa pola donasi tersebut bukan semata-mata untuk membiayai sebuah acara, tetapi diarahkan menjadi dukungan berkelanjutan bagi pembinaan peserta, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan kebutuhan pelatihan, administrasi, penghargaan peserta, serta berbagai program pengembangan Al-Qur’an di Kecamatan Rantau.

LPTQ Rantau juga berupaya membangun sistem pelaporan dan rekapitulasi donasi yang lebih terbuka agar masyarakat mengetahui bahwa setiap dukungan yang diberikan memiliki arah pemanfaatan yang jelas.

Sejumlah agenda lain turut dibicarakan secara terbuka dalam pertemuan tersebut, termasuk rencana penguatan pembinaan pada cabang-cabang MTQ, pemetaan calon peserta dari kampung-kampung, persiapan penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan Rantau, peningkatan koordinasi dengan para datok penghulu dan perangkat kampung, pelibatan lembaga pendidikan Al-Qur’an, serta upaya membangun jejaring pembinaan yang lebih kuat di tingkat kemukiman.

Menurut LPTQ Rantau, keberadaan mukim memiliki posisi yang strategis karena berada pada ruang yang langsung bersentuhan dengan kampung, tokoh agama, adat, dan masyarakat. Karena itu, sinergi dengan Mukim Rantau diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pembinaan sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan kegiatan Al-Qur’an sebagai gerakan bersama, bukan semata-mata program kelembagaan.

Kepala Mukim Rantau menyambut baik pemaparan program tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada berbagai upaya yang dilakukan LPTQ Kecamatan Rantau.

“Insya Allah, kami akan selalu support LPTQ Kecamatan Rantau,” ungkap Kepala Mukim Rantau dalam pertemuan tersebut.

Dukungan tersebut menjadi energi positif bagi LPTQ Kecamatan Rantau untuk terus melanjutkan berbagai program yang telah dirintis. LPTQ memandang bahwa pengembangan Al-Qur’an membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, mukim, kampung, lembaga pendidikan, para guru dan pelatih, tokoh masyarakat, dunia usaha, muhsinin, orang tua, serta generasi muda.

Pertemuan di Syakila Kopi tersebut sekaligus menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih erat antara LPTQ Kecamatan Rantau dan Mukim Rantau setelah pelantikan Kepala Mukim yang baru.

LPTQ Kecamatan Rantau berharap komunikasi yang telah terbangun tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam pembinaan generasi Qur’ani, penyelenggaraan kegiatan, penguatan sumber daya manusia, serta terciptanya lingkungan masyarakat Kecamatan Rantau yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.


LPTQ Kecamatan Rantau — Membina, Mengembangkan, dan Menjaga Generasi Qur’ani.

Komentar